Sajak

Sebaris Penyair, Sepadang Penonton, Sebatalion Malaikat

0 votes, average: 0.00 out of 40 votes, average: 0.00 out of 40 votes, average: 0.00 out of 40 votes, average: 0.00 out of 4 (0 votes, average: 0.00 out of 4)
You need to be a registered member to rate this post.
Loading ... Loading ...

drirwan • 18 September 2011 • 1 komen

Sebaris Penyair, Sepadang Penonton, Sebatalion Malaikat

Seorang demi seorang
cekal penyair naik ke pentas
melontar suara dari mulut, kerongkong, dan perut
ekspresi kata lancar berartikulasi, bagus sebutan, suara berkualiti, loghat berintonasi
mengekspresi gerak ke renungan mata, mimik muka, gestur anggota, dan postur rangka.

Seorang demi seorang
cekal penyair naik ke pentas
meluah rasa, meluah fikir
dari suara meresap ke rangka.

Penyair beraksi pada kata dan rangka
ada keimbangan pada suara
renung dan tenung pada mata
kerut kening, sempitan iris, dan cebik bibir pada muka
ada gestur pada lengan dan tangan, sendi dan jari
ada postur pada rangka, rewang pada ruang
ada menung pada masa.

Tangkas penyair bermain suara, bermain anggota, bermain rangka, bermain masa
pantas jejari bermain petikan, tangan bermain gendangan, bibir bermain tiupan
penyair mengokestra segala main.

Sepadang penonton seronok duduk, ada yang berdiri
mendengar dengan telinga, dengan mata, dengan minda
yang diapresiasi adalah suara ekspresi, anggota ekspresi
yang ditara adalah bunyi segala, gerak segala.

Sebatalion malaikat hadir bersama
hadir mentaksir pancaran hati.

Irwan Abu Bakar
kuala lumpur 12.2.2011

Komen

  • brirasa
    brirasa

    datang membaca

    08 Jan 2012 10:44PM

Tuliskan komen anda

Anda mesti log masuk untuk menulis komen.

Secured for spam by MLW and Associates, LLP's Super CAPTCHASecured by Super-CAPTCHA © 2009-2010 MLW & Associates, LLP. All rights reserved.